Uji Barfoed

Uji Barfoed. Uji Barfoed merupakan salah satu cara analisa karbohidrat secara kualitatif.  Uji Barfoed adalah uji kimia yang digunakan untuk mendeteksi adanya monosakarida dalam suatu sample.  Prinsip uji barfoed ini didasarkan pada pengurangan tembaga (II) asetat (Kupri asetat) menjadi tembaga hasil uji barfoed (I) oksida (Cu2O/kuprioksida), sehingga terbentuk endapan merah bata. Rumus reaksinya adalah seperti di bawah ini:

RCHO + 2Cu2+ + 2H2O → RCOOH + Cu2O↓ + 4H+

Uji Barfoed di temukan oleh kimiawan Denmark, Christen Thomsen Barfoed. Sehingga untuk mengenang jasanya, uji karbohidrat ini di beri nama Uji Barfoed. Untuk melakukan uji barfoed, terlebih dahulu harus du siapkan reagennya. Reagent Barfoed terdiri dari larutan 0,33 molar tembaga asetat netral dalam 1% larutan asam asetat. Ada pendapat yang mengatakan bahwa reagen ini tidak dapat di simpan lama,  karena itu disarankan untuk membuatnya ketika benar-benar akan melakukan analisa.

Cara melakukan Uji Barfoed

Berikut ini aadalah langkah-langkah dalam melakukan uji Barfoed.

  1. Pertama-tama buatlah reagen barfoed. Cara membuat reagen barfoed sangat mudah, yaitu siapkan 0,33 molar kupri asetat netral dan larutkan dalam 15 larutan asam asetat.
  2. Masukan 5 ml reagen barfoed kedalam tabung reaksi lalu tambahkan 1 ml sampel yang akan di analisa.
  3. Panaskan tabung reaksi di dalam air mendidih selama 1 menit.
  4. Jika terdapat monosakarida di dalam sample maka akan terbentuk endapan berwarna merah bata (orange), jika sample tidak mengandung monosakarida maka warna larutan tidak berubah. (lihat gambar samping)
Bagikan :
0 Comments for "Uji Barfoed"
Back To Top